kata kata sebelum janur kuning melengkung masih milik bersama
Toh jodoh ditangan Tuhan, toh, aku menikungmu denga cara yang elegan dan benar. Toh, janur kuning masih belum melengkung di pelataran rumahmu. Aku Menikungmu Di Sepertiga Malam, Karena Merayu Penciptamu Adalah Bentuk Iktiarku. Aku percaya bahwa jodoh hidup dan mati, Tuhan yang berhak menentukan.
selamajanur kuning belum melengkung ane yakin masih . Hot Categories: Lounge | Berita & Politik HEART TO HEART. Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > "kesempatan itu ada sebelum janur kuning melengkung" Total Views: 834 Share : Facebook Twitter Google+ Page 1 of 3 | 1 2 3 > kimiya - 15/03/2011 06:07 AM #1 "kesempatan itu ada sebelum janur
2Migrain Klasik : Pada jenis klasik, migrain biasanya didahului oleh suatu gejala yang dinamakan aura (sesuatu yang dialami pada penglihatan saat migrain menyerang), yang terjadi dalam 30 menit sebelum timbul migrain. Migrain klasik merupakan 30% dari semua migrain. Penyebab pasti migrain masih belum begitu jelas.
Tapimengapa kau masih saja, Main cinta dengan wanita yang lain. Buat kamu badan ini kuwangi-wangiin. Buat kamu baju ini kupantas-pantasin. Tapi mengapa kau masih saja, Main cinta ohdengan wanita yang lain 2x Lama-lama rasanya aku tak tahan. Kalau aku kau buat sebagai. Oooo boneka cintamu. Daripada sakitku berulam jantung. Lebih baik
BacaJuga: Gisel Diamankan Polisi Usai Video Joget Tanpa Busananya Viral Bahkan tak sedikit warganet yang mendoakan keduanya agar berjodoh suatu hari nanti. "Netizen nemu-nemu aja ya foto jadulnya," ungkap seorang warganet. "Mirip bestie, semoga berjodoh," tambah netizen lainnya. "Kalau gue jadi Iqbaal kejar terus jangan sampai lolos, sebelum janur kuning melengkung," tulis yang lain.
Online Bekanntschaft Meldet Sich Nicht Mehr. “Sebelum janur kuning melengkung tandanya masih ada kesempatan.” Pernah tidak kalian mendengar percakapan seperti itu? Nah, janur melengkung ini sering diartikan jadi sebuah tanda adanya pasangan yang sedang menjalani proses melekung ini biasanya terpasang di jalan dekat tempat pesta diadakan. Tapi, tahukah kalian kalau di beberapa daerah, janur melengkung ini sebenarnya lebih dari tanda pernikahan saja?Janur melekung merupakan simbol adat yang masih sering digunakan di beberapa wilayah Indonesia. Pulau Jawa, Bali, Lombok pada waktu-waktu tertentu, masih memakai janur sebagai tanda atau Bali, janur melengkung ini biasanya disebut dengan istilah penjor. Bukan semata-mata bukti kalau lagi ada acara pernikahan saja, tapi penjor punya makna-makna yang lain tergantung bentuk dan waktu Hari Raya Galungan akan tiba, biasanya jajaran penjor mulai menghiasi jalan-jalan di setiap sudut Pulau Bali. Bagi orang awam, mungkin akan mengira kalau banyak yang akan menikah dalam waktu yang bersamaan, padahal penjor ini tak boleh dilakukan sembarangan, yang penting asal bagus nan megah saja, ada berbagai syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sesuai ajaran dan kepercayaan umat Hindu di Pembuatan PenjorDalam tradisi di Bali, penjor terbagi menjadi dua jenis, yang pertama penjor sakral, digunakan sebagai bagian dari upacara penjor hiasan yang biasanya digunakan dalam acara-acara seni desa untuk menghias dan menyemarakkan suasana. Penjor Galungan itu punya fungsi dan jadi bagian dalam sebuah upacara ini dibuat menggunakan bambu yang tingginya kurang lebih 10 meter dan dihias menggunakan janur muda serta dedaunan tingginya bambu, ujung bagian atas biasanya akan melengkung. Selain janur muda dan dedaunan, penjor ini wajib dilengkapi dengan beberapa unsur alami seperti pala bungkah yang terdiri dari umbi-umbian, pala gantung yang terdiri dari jenis-jenis buah-buahan dan pala wija berupa bagian ujung atas yang melengkung digantung sampiyan penjor yang lengkap dengan bunga, porosan dan ornamen lainnya. Di bagian bawah, terdapat seperti rumah kecil tempat menaruh sesaji dan kecil di bagian bawah penjor itu biasanya disebut sanggah ardha candra yang terbuat dari bambu, berbentuk dasar persegi empat, dan bagian atapnya ditutupi anyaman bambu melengkung yang menyerupai bulan bawah Penjor Galungan atau sanggah ardha candra/ETNIS/Maya ArinaPenjor Galungan biasanya dipasang satu hari sebelum Hari Raya Galungan atau pada saat Penampahan Galungan karena momen itu dipercayai sebagai momen yang tepat “menghias” keburukan agar menjadi panjang yang lurus dimaknai sebagai kebaikan manusia dan bagian ujung yang melengkung dianggap sebagai keburukan namun dihias agar menjadi kebaikan. Selain memasang penjor, saat penampahan Galungan, biasanya juga dilakukan pemotongan hewan nampah dan dilanjutkan dengan acara makan Galungan dipasang dengan cara menancapkan pada pintu masuk sebelah kanan dari sisi dalam rumah, perkantoran ataupun tempat usaha dan sanggahnya atau ujung penjor menghadap ke arah rumah menghadap ke selatan, penjor ditancapkan pada sisi barat pekarangan pintu rumah. Untuk pemasangan penjor di tempat usaha, biasanya tidak diwajibkan, tetapi bergantung pada kebijakan pemilik Galungan ini akan dipasang selama satu bulan tujuh hari lamanya. Jajaran penjor yang terpasang rapi ini turut menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Bali karena keindahan dan dan FilosofiBukan sekadar hiasan tanpa arti, Penjor Galungan mengandung makna dalam ornamen dan bahan-bahan penyusunnya. Bambu yang menjulang tinggi menggambarkan sebuah gunung, istana Sang bambu yang ini juga melambangkan tempat yang suci. Warna terang dari janur dan dedaunan lain menggambarkan kemenangan dharma kebaikan melawan adharma keburukan.Seluruh pelengkap yang digunakan dalam membuat penjor berasal dari unsur alam. Hasil bumi yang digunakan ini memberikan makna rasa ungkapan syukur dan terima kasih pada Sang Pencipta atas kemakmuran dan kesejahteraan yang diberikan bagi umat Galungan juga dimaknai sebagai naga, ujung penjor yang melengkung diartikan sebagai ekor naga dan bagian bawah tempat tatakan dan anyaman bambu dimaknai sebagai kepala naga ini disebut “Naga Basuki ” sebagai lambing pertiwi dengan segala hasil alam yang memberikan kehidupan dan diperhatikan, penjor-penjor Galungan memiliki perbedaan detail antara penjor satu dan lainnya. Hal ini dapat dilakukan mengikuti kemampuan seseorang dalam membuat dalam pembuatan penjor, alat-alat dan unsur-unsur wajib harus dipenuhi, karena penjor berfungsi sebagai sarana pelengkap yang bernilai dapat dibuat seindah mungkin sesuai dengan kemampuan, situasi, dan kondisi, namun yang tidak bisa ditawar adalah bagian unsur-unsur Almaliki
URUSAN asmara terkadang sering dikaitkan dengan janur kuning. "Sebelum janur kuning melengkung," begitu ungkapan paling populer diucap ketika ada seseorang sedang mendekati insan incarannya. Biasanya, ungkapan itu masih disambung dengan anjuran berhenti menjalin hubungan, "jika ternyata janur kuning sudah melengkung". Janur kuning melengkung memang dikenal Warga +62 secara luas sebagai tanda sedang berlangsungnya hajatan atau pesta pernikahan. Maka, sangat jelas ungkapan itu merujuk pada status pernikahan. Janur kuning memang bukan semata penghias atau dekorasi dalam pernikahan terutama adat Jawa. Di lokasi hajatan, janur kuning biasanya dipancang pada gerbang masuk area resepsi atau terkadang beberapa meter menuju pintu masuk karena juga berfungsi sebagai tanda bagi tamu. Pelepah daun muda berwarna kuning pucat ini berasal dari daun muda pohon kelapa. Janur juga kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai hal, mulai dari keperluan kuliner seperti pembuasan bungkus ketupat, ritual tradisi, keagamaan, hingga elemen estetika dekoratif. Baca juga Hajatan Menutup Jalan Raya Enggak Bisa Sembarangan, Ternyata Ada Aturannya Bisa dibuat untuk membungkus makanan. Foto Unsplash/Mufid Majnun Kata janur berasal dari bahasa Jawa mengambil unsur bahasa Arab "sejatining nur" cahaya, cahaya ilahi, cahaya sejati artinya mencapai tujuan untuk menggapai cahaya ilahi. Sedangkan "kuning" berarti sabda abadi, atau berharap semua keinginan dan harapan dari hati atau jiwa bersih dan tulus akan terwujud. Dengan demikian, jika digabungkan, makna janur kuning menjadi isyarat pengharapan tinggi dari hati si empunya hajat untuk mendapatkan cahaya ilahi, agar segala tindakan serta aktivitas dilakukan berjalan dengan baik dan berakhir pada kebahagiaan. Bukan hanya masyarakat Jawa menggunakan janur kuning sebagai simbolis hajatan, masyarakat Bali pun juga memasang janur kuning. Di Bali, rangkaian janur disebut sebagai penjor, biasanya digunakan dalam upacara adat penduduk setempat, dipasang di pinggir jalan sebagai penanda adanya kegiatan upacara adat. Penjor juga dilengkapi dengan daun-daunan, buah-buahan, jajanan pasar, serta wewangian sebagai sesajen. Penjor dibuat untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Baca juga Rekomendasi Outfit Halalbihalal Anak Kantoran Sebagai penanda adanya hajatan. Foto [email protected] hq Janur, baik penjor maupun biasa digunakan masyarakat Jawa sebagai tanda hajatan, mula-mula dipisahkan dari tangkai daun serta tulang anak daunnya,lantas dianyam atau dirangkai menjadi berbagai macam bentuk. Janur juga kerap digunakan untuk membungkus makanan karena tahan panas dan kuat, seperti halnya ketupat dan bacang. Ada berbagai jenis janur kuning, salah satunya Kembar Mayang melambangkan pengantin harus memiliki perasaan sama antara hati dan kehendaknya. Lalu ada Gegar Mayang atau Mayang Sari biasanya diletakkan di samping kanan dan kiri kursi pelaminan. Tingginya sekitar 180 cm, berjumlah dua, bentuknya boleh sama atau berbeda. Bagian-bagiannya terdiri dari mahkota kipas, buah-buahan, dan bunga, badan bagian atas dan bawah, serta tatakan. Lain Gagar Mayang, lain Tarub. Tarub biasanya berbentuk melengkung dan ditempatkan di pintu masuk hajatan untuk dilewati pengantin, iring-iringan tamu, dan keluarga. and Baca juga Jadwal Hajatan F1 GP Miami, Cek di Sini Berita Lainnya 5 Karakter Bahasa Tubuh Saat Berkencan Dari Penggosip hingga Egois, Hindari Tipe Teman Berikut Ini Begini Cara Terbaik untuk Menunjukkan Simpati Hari Kepedulian Sedunia, Lebih Peduli pada Orang Lain Tips Membangun Chemistry di Tinder Tag pernikahan wedding relasi Mei +62 Bicara Hajatan Fun Jumat, 02 Juni 2023 1704 Fun Rabu, 31 Mei 2023 1900 Fun Selasa, 30 Mei 2023 0734 LAINNYA DARI MERAH PUTIH Fashion Senin, 22 Agustus 2022 2004 Fun Kamis, 27 April 2023 1434 ShowBiz Rabu, 14 September 2022 1430 Fun Sabtu, 14 Januari 2023 0903 Fun Rabu, 06 Juli 2022 1230 Fun Jumat, 09 September 2022 1203 Fun Rabu, 14 Desember 2022 0733 ShowBiz Senin, 01 Agustus 2022 2201 Fun Selasa, 13 Juni 2023 1532 LAINNYA DARI MERAH PUTIH Fashion Senin, 22 Agustus 2022 2004 Fun Kamis, 27 April 2023 1434 ShowBiz Rabu, 14 September 2022 1430 GI-DLE Segera Rilis EP Terbaru Mini album 'I Love' akan menjadi rilisan terbaru dari GI-DLE setelah tujuh bulan mereka mengeluarkan album penuh pertama berjudul 'I Never Die' yang dirilis pada Maret 2022. Fun Sabtu, 14 Januari 2023 0903 Fun Rabu, 06 Juli 2022 1230 Fun Jumat, 09 September 2022 1203 Fun Rabu, 14 Desember 2022 0733 ShowBiz Senin, 01 Agustus 2022 2201 Fun Selasa, 13 Juni 2023 1532
Jakarta - Kata-kata mutiara tentang awalan baru dapat kamu jadikan sebagai pemacu semangat dalam menjalani kehidupan yang diwarnai rintangan dan kejutan. Melalui kata-kata mutiara tersebut kamu akan memahami bahwa memulai sesuatu yang baru menjadi satu di antara kunci menuju kesuksesan. 36 Kata-Kata Sad Singkat Aesthetic 32 Kata-Kata Nasihat untuk Diri Sendiri agar Lebih Percaya Proses 22 Ucapan Terima Kasih untuk Guru saat Perpisahan Terkadang di dalam hidup kamu mengalami kegagalan dan merasakan kesedihan. Hal tersebut bagian dari hidup yang harus kamu jalani. Akan tetapi, saat kejadian seperti itu datang, coba untuk tetap tegar dan tidak menyerah. Kamu harus mencoba untuk terus bangkit dan bahkan memulai kembali. Namun, apabila cara yang sudah kamu coba tidak membuahkan hasil, mulailah mencari cara baru dan jangan pernah takut untuk mengambil risiko. Memiliki ketakutan untuk memulai sesuatu yang baru hanya akan membuat kita berjalan di tempat dan imbasnya, kesuksesan makin menjauh dari genggaman. Berikut 40 kata-kata mutiara tentang awalan baru sebagai pemacu semangat, dikutip dari Amandaseghetti dan Everydaypower, Rabu 3/3/2021.Ilustrasi inspirasi, motivasi, semangat Photo by Samuel Scrimshaw on Unsplash1. "Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah." - Lao Tzu 2. "Setiap momen adalah awal yang baru." - TS Eliot 3. "Tidak ada di alam semesta yang dapat menghentikanmu untuk melepaskan dan memulai kembali." - Guy Finley 4. "Langkah pertama untuk mencapai suatu tempat adalah memutuskan bahwa kamu tidak akan tinggal di tempatmu sekarang." - John Pierpont 5. "Saya menemukan bahwa awal yang baru adalah sebuah proses. Awal yang baru adalah perjalanan-perjalanan yang membutuhkan rencana." - Vivian Jokotade 6. "Tidak ada yang bisa mengambil ingatanmu darimu - setiap hari adalah awal yang baru, buatlah kenangan indah setiap hari." - Catherine Pulsifer 7. "Dunia itu bulat dan tempat yang tampak seperti akhir mungkin juga merupakan permulaan." 8. "Awal bisa terjadi lebih dari sekali atau dengan cara yang berbeda." - Rachel Joyce 9. "Setiap hari adalah awal yang baru. Setiap pagi adalah dunia yang baru." - Sarah Chauncey Woolsey 10. "Kamu perlu belajar dari kesalahanmu untuk memulai awal yang baru karena jika kamu berhenti maka kamu tidak akan bisa mencapai tujuan hidupmu." - Ivan HakinKata-Kata Mutiara tentang Awalan BaruIlustrasi inspirasi, motivasi, pilihan. Photo by Vladislav Babienko on Unsplash11. "Setiap awal baru datang dari akhir awal lainnya." - Seneca 12. "Semua perbuatan besar dan semua pemikiran besar memiliki awal yang konyol. Karya besar sering kali lahir di sudut jalan atau di pintu putar restoran." - Albert Camus 13. "Ambil langkah pertama dalam keyakinanmu. Kamu tidak harus melihat seluruh anak tangga, cukup ambil langkah pertama." - Martin Luther King Jr. 14. "Meski tidak ada yang bisa kembali dan membuat awal yang baru, siapa pun dapat memulai dari sekarang dan membuat akhir yang benar-benar baru." - Carl Bard 15. "Bahkan yang terhebat dulunya adalah seorang pemula. Jangan takut untuk mengambil langkah pertama itu." - Muhammad Ali 16. "Ada dua kesalahan yang dapat dilakukan seseorang di sepanjang jalan menuju kebenaran… Tidak berjalan sepenuhnya dan tidak memulai." - Buddha 17. "Awal yang baru sering kali disamarkan sebagai akhir yang menyakitkan." - Lao Tzu 18. "Biarlah setiap fajar bagimu sebagai awal kehidupan, dan setiap matahari terbenam bagimu sebagai penutupnya." - John Ruskin 19. "Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai kembali dengan lebih cerdas." - Henry Ford 20. "Tidak ada sungai yang dapat kembali ke sumbernya, namun semua sungai harus memiliki permulaan." Kata-Kata Mutiara tentang Awalan BaruIlustrasi inspirasi, motivasi, semangat Photo by Xan Griffin on Unsplash21. "Setiap hari saya merasa adalah berkah dari Tuhan. Dan saya menganggapnya sebagai awal yang baru. Ya, semuanya indah." 22. "Pada akhirnya, Anda akan memahami bahwa itu lebih sederhana daripada yang Anda bayangkan ketika Anda memulainya." - Will turman 23. "Jangan menunggu sampai kondisinya sempurna untuk memulai. Awal membuat kondisi menjadi sempurna." - Alan Cohen 24. "Marilah kita menjadikan setiap hari sebagai hari ulang tahun kita - setiap pagi kehidupan baru, dengan kemegahan matahari terbit, dan baptisan embun." 25. "Bertahan adalah percaya bahwa hanya ada masa lalu; melepaskan adalah mengetahui bahwa ada masa depan." - Daphne Rose Kingma 26. "Seseorang dapat memulai begitu banyak hal dengan orang baru - bahkan mulai menjadi orang yang lebih baik." - George Eliot 27. "Keadaanmu saat ini tidak menentukan ke mana kamu dapat pergi. Itu hanya menentukan di mana kamu memulai." - Nido Qubein 28. "Awal yang baru dimulai setiap hari melalui setiap pagi baru, yang membuka keajaiban baru dan belas kasihan penyembuhan dan berkah kesempatan untuk memelihara jiwa." - Rosalee Ervin 29. "Hidup adalah tentang perubahan. Terkadang menyakitkan, terkadang indah, tetapi seringkali keduanya." - Kristin Kreuk 30. "Awal yang baru membawa kemungkinan baru. Kesempatan untuk kali ini melakukannya dengan benar." - Lynn MKata-Kata Mutiara tentang Awalan BaruIlustrasi inspirasi, motivasi, semangat Photo by Jeremy Lapak on Unsplash31. "Ketakutan akan kegagalan adalah pembunuh motivasi yang umum. Orang tidak mencoba sesuatu yang baru karena mereka takut gagal." 32. "Penguasaan suatu keterampilan hanyalah langkah awal untuk memahaminya." 33. "Tidak peduli betapa sulitnya masa lalu, kamu harus selalu bisa memulai lagi." - Budha 34. "Jangan pernah meremehkan kekuatan yang kamu miliki untuk membawa hidupmu ke arah yang baru." - Germany Kent 35. "Kabar buruknya adalah kebanyakan orang menyerah, mereka puas dengan yang terbaik, mereka tidak memulai kembali, mereka tetap terjebak. Tolong jangan biarkan itu menjadi pada dirimu." - Doug Fields 36. "Teruslah memulai dan gagal. Setiap kali kamu gagal, mulailah dari awal lagi, dan kamu akan tumbuh lebih kuat sampai kamu mencapai suatu tujuan - bukan yang mungkin kamu mulai, tetapi yang kamu akan senang untuk mengingatnya." - Anne Sullivan 37. "Sukses belum final. Kegagalan tidak fatal. Keberanian untuk melanjutkan itulah yang terpenting." - Winston Churchill 38. "Jangan menunggu! Tak ada waktu yang tepat untuk memulai. Mulailah dari titik di mana kamu berdiri dan kemampuan yang kamu miliki. Kemampuan yang lebih baik akan muncul dalam perjalanan." - Napoleon Hill 39. "Impian bisa diperbarui. Tidak peduli berapa usia atau kondisi kita, masih ada kemungkinan yang belum tersentuh di dalam diri kita dan keindahan baru yang menunggu untuk lahir." - Dale Turner 40. "Kamu tidak harus menjadi besar untuk memulai, tetapi kamu harus mulai untuk menjadi besar." - Zig Ziglar Sumber Amandaseghetti, Everydaypower Yuk, baca artikel kata-kata mutiara lainnya dengan mengeklik tautan Video Highlights Liga Champions, Hattrick Kylian Mbappe Bawa PSG Menang atas Barcelona 4-1
Janur sangat penting bagi masyarakat. Ketika Idul Fitri, janur bisa digunakan untuk Bali, janur sangat berguna untuk banten di setiap mamyoritas suku di Indonesia, janur juga sangat berguna dalam prosesi tak lengkap tanpa adanya ada banyolan di kalangan remaja, “Selama janur kuning belum melengkung, semua masih milik bersama".Artinya keberadaan janur kuning didepan rumah menandakan pasangan suami-istri telah ini sudah diumumkan kepada mempelai bebas melakukan apapun sebagai pasangan sama dengan banyolan, ada banyolan serupa."Janur yang sudah melengkung saja masih bisa diluruskan".Artinya, pasangan yang sudah menikah masih berpeluang masih bisa milik wanita pula si wanita masih bisa digoda oleh pria perkawinan memang ketika bertemu dengan orang yang baru dikenal, dan tidak mengetahui prosesi perkawinan pasangan mengatakan belum menikah, orang yang baru dikenal kemungkinan besar langsung status perkawinan bisa dilihat di Kartu Tanda Penduduk KTP atau Kartu Keluarga KK.Tapi orang yang kenal tidak mungkin melihat KTP atau KK. KTP atau KK biasa ditunjukan kepada orang lain saat mengurus administrasi, seperti butuh hanya kepada pasangan dan juga harus ditunjukan kepada orang lain, baik yang baru dikenal atau yang sudah lama semua orang bersedia jujur atas alasan seseorang menutupi perkawinannya dari orang karena pasangannya dianggap jelek, dan bukan karena kurang puas dengan pasangannya dan berniat masih banyak alasan yang membuat seseorang harus menutupi aturan mengharuskan persetujuan istri pertama bila suami ingin menikah semua suami mau satu istri dikawin secara sah dan didaftarkan di Kantor Urusan Agama KUA atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dispenduk.Sedangkan istri kedua dan seterusnya hanya dikawin secara istri kedua dan seterusnya tidak didaftarkan di KUA atau pertama dan istri lainnya pun tinggal di rumah terpisah dan yang disembunyikan pasti akan pejabat publik, terkuaknya perkawinan siri biasanya terbongkar di seseorang berurusan dengan pengadilan karena terjerat kasus kriminal atau korupsi, para istri biasanya itulah para istri bertemu dan baru tahu bahwa suaminya memiliki istri orang awam, terkuaknya perkawinan siri ini biasanya sebelum berurusan dengan satu pihak merasa dirugikan dengan sikap suami sehingga lapor ke kepolisian atau aparat ke kepolisian biasanya dipicu tindakan kekerasan oleh salah satu laporan ke aparat setempat biasanya disertai penggerebekan ke pria bisa kawin dengan wanita lebih dari wanita lebih banyak dibandingkan menyembunyikan perkawinan bukan hal seharusnya diumumkan agar tidak menimbulkan istri pun harus tahu bila suami memiliki istri istri pasti menuntut perlakuan yang sama dari memperlakukan secara adil tidak hubungan atau menginap tidak cukup menjadi parameter pula memberikan nafkah sama banyak pun tidak bisa menjadi itu masalah orang yang diberi sedikit, sudah cukup. Tapi, ada pula orang yang belum cukup setelah diberi keadilan hati inilah yang sulit dua hati tidak dua hati ini bertemu dalam satu rumah seseorang bisa mempertemukan dua hati ini, tidak masalah kawin lebih dari kawin dengan satu orang lebih mudah daripada kawin dengan satu orang lebih.
Cerpen By on 23 Maret 2017 ; views Rating 0 votes, average 0,00 Log in to rate this. Jangan menyerah pada orang yang kamu cintai sebelum janur kuning melengkung di depan rumahnya. Begitu kata para mantan yang belum juga bisa beralih hati pada cinta yang lain. Aku pun berpikir begitu sebelumnya, sampai akhirnya sebuah undangan bernuansa putih dan emas mampir di depan pintu rumahku. Aku menerimanya tanpa curiga, sebab sudah pernah ada puluhan undangan yang tergeletak di situ. Hanya saja kali ini tubuhku sedikit bergetar saat mengambilnya. Tidak seperti biasanya aku punya perasaan buruk yang akan menimpa. Dan benar saja. Nama yang tertera di undangan itu begitu kukenal. Begitu kucintai dan begitu kubenci. Nama itu milik mantan kekasihku, yang bersanding dengan sebuah nama wanita yang sudah kuketahui sebelumnya. Yoga dan Rena, begitu bunyi pertama yang menyapaku begitu aku membuka halaman pertama. Belum sempat aku bersedih, teleponku berbunyi. “Halo?”Suara temanku Niki terdengar di ujung telepon. “Irene, kamu diundang Yoga nggak?” “Iya, aku barusan dapet undangannya.” “Ya ampun tega banget dia ngundang kamu.” “Nggak papa lah, kabar bahagia kan memang harus disebar.” “Ya, tapi kan kamu mantannya.” Aku tidak tahu harus memberi tanggapan apa pada pernyataan temanku yang satu ini. Aku pun bingung mengapa aku diundang. Memang tidak ada aturan tertulis mengenai siapa yang harus diundang ke pesta pernikahan, termasuk mengundang mantan. Hanya saja aku tidak tahu ternyata mendapat sebuah undangan pernikahan bisa sangat terasa menyakitkan. “Nanti aku telepon lagi, aku sedang ada urusan.” “Kalau kamu mau nangis, aku siap jadi tisunya, Hehe.” Aku menutup telepon dan mengatakan aku tidak akan menangis hanya karena undangan ini. Tapi nyatanya aku menangis. Sendirian. Di dalam kamar agar ayah dan ibu tidak mendengar. Malu juga rasanya kalau masih menangis di usia setua ini. Aku mengamati undangan itu sekali lagi. Kali ini dengan meremasnya sehingga membuat undangan tersebut kusut. Aku tidak tahu apa yang kuharapkan, tapi setiap kali aku melihatnya aku mengira nama wanita di undangan tersebut berubah menjadi namaku. Wanita yang ada di undangan itu dulunya temanku, kami berdua sering mengobrol dan pergi ke toko buku. Ia memang gadis yang manis dan lembut, tidak heran jika banyak pria yang menyukainya. Tapi sekarang, lewat undangan ini aku memutuskan tidak akan berkawan lagi dengannya. Ia sudah mencuri orang yang kucintai. Sedangkan si pria dulunya adalah kekasihku, baru tiga bulan ini aku dan dia berpisah, setelah enam tahun lamanya kami mengarungi kisah asmara. Mengapa ia tidak menikahiku yang lebih lama mengenalnya? Mengapa ia malah menikah dengan gadis yang baru ia kenal tiga bulan ini? Rasanya ingin kurobek undangan di tanganku ini. Ya Tuhan apa yang harus kulakukan? Apa aku harus datang? Atau tidak datang saja? Aku ingin melihatnya dengan pakaian pengantin, tapi aku tidak ingin melihatnya bersanding di pelaminan dengan wanita lain. Bagaimana kalau undangan ini adalah bentuk ejekannya kepadaku karena belum laku? Bagaimana aku bisa membalas ejekannya ya Tuhan? Sepertinya aku harus terlihat lebih hebat daripada saat bersamanya. Aku harus membawa pasanganku juga. Akan terlihat sangat menyedihkan kalau aku datang sendirian. Tapi bagaiamana aku bisa membawa pasanganku kalau faktanya aku masih sendiri. Gara – gara terlalu lama mengharapkan kembali pada calon pengantin pria aku harus galau begini. Sial. Handphoneku lagi – lagi berbunyi di tengah pikiranku yang kalut. Aku segera mengangkatnya. “Halo.” “Hai, Ren, aku boleh liat tugasmu nggak, aku bingung ngerjain nomor lima nih.”kata suara di seberang. Ternyata temanku Putra yang menelpon. Aku kesal karena ia menelponku di saat yang tidak tepat. “Nanti aku kirim lewat e-mail ya.” “Kamu nangis Ren?” “Hah, enggak.” “Kok suaramu kayak orang nangis gitu.” “Oh ini aku lagi pilek.” “Tapi kemaren kamu sehat.” “Kena pileknya tadi malam.” “Jangan bohong deh. Kamu nangisin undangan kawinan mantanmu kan.” “Jangan sok tahu deh.” “Aku dikasih tahu Niki tadi.” Dasar Niki, selalu membocorkan hal yang tidak perlu tentangku. “Kalau aku nangis kamu mau apa?” “Mau kutemenin ke kawinan mantanmu itu?” Ya Tuhan, apa ini jawabanmu atas pertanyaanku tadi? “Kenapa kamu mau nemenin aku?” “Ya biar kamu nggak keliatan jomblo lah.”kata Putra sambil terkikik. “Oh gitu. Enggak deh makasih.”balasku ketus. “Bercanda kali. Aku mau kasih kamu dukungan moril.” “Tapi aku belum tahu aku dateng atau enggak.” “Ya kamu pikirin dulu deh. Kalau kamu dateng, aku siap jadi pasanganmu.” “Makasih.” “Ya sama – sama.” “Nanti aku hubungin kamu lagi kalau aku udah putusin.” “Oke. Oh ya jangan lupa kirim tugasmu ya. Kutunggu.” Telepon ditutup. Aku menghela napas antara lega dan khawatir. Aku tidak tahu alasan Putra menelponku. Apakah karena ia tahu aku dapat undangan atau karena memang sengaja meminjam tugas kuliahku. Tapi aku tidak terlalu memikirkannya. Sudah cukup kepalaku dipenuhi dengan pernikahan yang akan digelar seminggu lagi. Pikiranku silih berganti membayangkan Yoga dengan calon istrinya Rena dan Yoga ketika masih menjadi kekasihku. Dulu kami juga sering membahas masalah pernikahan. “Kamu nanti mau nikah umur berapa?”tanyaku pada Yoga. “Mmm, nggak tahu juga ya, mungkin sekitar 27 atau 28.” “Heh, lama banget.” “Kenapa? Kamu nggak sabar ya?” “Ya nggak gitu, kan lebih enak kalau nikah muda.” “Kata siapa? Aku mau sukses dulu. Biar bisa bahagiain kamu nanti.”kata Yoga sambil mencubit hidungku. Tapi mengapa ia berbohong. Belum juga lulus kuliah ia sudah berani menikah begini. Kenapa ia tidak memilihku sebagai istrinya? Air mataku mengalir lagi tanpa bisa kutahan. Aku menangisinya sampai aku tertidur di atas bantal. Selama seminggu aku tidak bisa tenang. Mau datang atau tidak aku terus saja kepikiran. Selama semingu ini juga aku tidak enak makan, badan jadi lemas, susah tidur, dan kepalaku pusing tidak karuan. Ternyata aku gejala tipus. Pesta pernikahannya nanti malam dan akhirnya aku memtuskan untuk datang. Aku menelpon Putra dan ia bilang ia kan menjemputku pukul 7 malam. Aku sama sekali tidak tahu apa yang harus kupakai. Apakah harus memakai baju yang glamour, casual, atau yang tradisional. Perasaan ini sama dengan ketika akan bertemu dengan kekasih. Bedanya sekarang aku akan bertemu dengan kekasih yang sudah menjadi milik orang. Putra menjemputku tepat pukul 7, lengkap dengan baju batik dan mobil mini coopernya. Rambutnya yang ikal ditata sedemikian rupa hingga kelihatan sangat rapi. “Rapi banget.” “Ya, biar kamu nggak malu lah.” “Hahaha, makasih udah nemenin aku.” “Udah, nggak masalah.” Kami tiba di tempat resepsi 15 menit kemudian. Dekorasi warna putih dan emas memenuhi tempat acara. Beberapa teman lama menyapaku dan memandangi Putra malu – malu. Sepertinya tidak salah aku mengajak Putra yang ganteng ke sini. Tanganku begitu dingin dan dadaku terus – terusan berdetak dengan kencang. Perutku mual dan aku merasa keringat terus mengucur di tubuhku. “Kamu nggak papa Ren?’ “Aku nggak papa kok.”kataku berbohong. Aku dan Putra disambut dengan dengan ratusan bunga mawar putih begitu memasuki ruangan. Tempatnya tidak terlalu besar tapi terlihat begitu indah. Di sana – sini banyak bunga dari berbagai macam warna yang menggantung di langit – langit. Dan di sana, di tengah lautan bunga yang asri Yoga dan Rena duduk berdampingan. Saling tersenyum dan menyalami tamu yang datang. Aku merasa kakiku menjadi tidak bertenaga. Aku ingin pulang. Putra yang seolah tahu memegangiku, seolah menopangku agar tidak terjatuh. “Makasih.”kataku pelan. Kami lalu duduk bersama dengan beberapa undangan. Aku memilih tempat duduk yang paling jauh dari pelaminan. Makanan – makanan yang tersaji di depan meja sama sekali tidak membuatku selera. Sedari tadi mataku terus tertuju pada pasangan pengantin yang dari jauh pun terlihat sangar bahagia. Pengantin wanita memakai gaun putih dan pengantin pria mengenakan jas hitam. Aku mencoba membayangkan jika aku yang memakai gaun berwarna putih itu. Aku pasti juga merasa bahagia. Baru kali ini aku begitu sedih saat menghadiri sebuah pernikahan. “Ren, kita nggak salaman, kita udah hampir setengah jam di sini.”kata Putra. “Sorry, aku ngelamun.” “Kamu ngelamun apaan? Mantanmu udah nikah dan kamu masih ngelamun gini aja.” “Put, kenapa dia nggak nikahin aku aja, kan aku lebih lama kenal Yoga daripada Rena.” “Gimana ya Ren, pernikahan itu nggak ada hubungannya sama lama pacaran atau kuantitas kamu kenal sama dia. Pernikahan itu masalah keyakinan.” “Jadi maksudmu dia dulu nggak yakin sama aku gitu?” “Ya, mungkin. Menikah kan bukan masalah cinta aja, banyak faktornya. Mungkin kamu tidak memenuhi beberapa faktor itu.” “Aku kurang apa selama ini sama dia?” “Aku nggak tahu, Yoga yang tahu.” “Kenapa aku sedih banget kayak gini.” Orang akan sedih kalau keinginannya nggak kesampaian.” Trus aku musti gimana?” Kamu harus menerima kenyataan ini dan sekarang ayo salaman sama dia. Anggap ini adalah langkah awal kamu memulai hidup yang baru” Putra lalu mengajakku atau lebih tepatnya menyeretku. Aku belum siap bertemu dengan Yoga dengan status barunya sebagai suami. Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Dari jauh Yoga sudah melihatku sambil tersenyum, sedangkan Rena tampak salah tingkah. Putra yang pertama kali menyalami Rena lalu baru aku. Aku sama sekali tidak mengatakan apapun. “Makasih udah datang ya Ren.”kata Yoga sambil menyalami tanganku. Aku merasa Rena melirikku dengan gelisah. “Sela….” Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku aku merasa bumi berputra di kakiku. Pandanganku tiba – tiba menjadi gelap dan kepalaku seperti menghantam benda yang sangat keras. Suara Putra dan Yoga samar – samar kudengar sebelum akhirnya aku tidak mendengar apa – apa lagi. Ternyata aku pingsan. sumber gambar
kata kata sebelum janur kuning melengkung masih milik bersama