ke dieng pakai mobil pribadi

Setelahberbenah dan menyusun barang ke dalam penginapan pada jam 10.40. Tujuan pertama yang akan kami capai yaitu kawasan Candi Borobudur berdasarkan dari informasi Google Map untuk mencapai Candi Borobudur dibutuhkan waktu sekitar satu setengah jam berkendara dengan menggunakan mobil dari Dieng. mudikpakai mobil pribadi lebih nyaman, perhatikan tujuh hal ini,news,Telp.(021) 275-33-999 Sembodo menyediakan berbagai jenis mobil dengan harga terjangkau (Murah) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Banten), Bekasi & wilayah lain di Indonesia! HendakKe Dieng Pakai Aplikasi Peta, Mobil Ini Malah Tersesat December 27, 2017 December 27, 2017 by admin - 257 views WONOSOBOZONE โ€“ Seorang wisatawan asal Yogyakarta, Zain Johansyah, harus mengalami nasib kurang menyenangkan saat hendak berlibur ke Dieng pada Rabu (27/12) pagi. Jumlahitu dihitung dari data tarif tol yang diunggah akun Instagram @offcial.jasamarga. Jumlah Rp 746.000 merupakan total biaya tol mulai dari Jakarta-Cikampek hingga ke GT Warugunung. Tarif yang diambil adalah tarif golongan I. Berikut ini rinciannya: 1. Tol Jakarta-Cikampek dengan tarif Rp 20.000. PajeroDiserahkan ke Satgas, Mahyeldi Pakai Mobil Pribadi. Mobil dinas baru Mitsubishi Pajero Sport untuk Mahyeldi sebelumnya menuai polemik. REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, hari ini, Kamis (19/8) menyerahkan mobil dinasnya yang baru Mitsubishi Pajero Sport kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar. Online Bekanntschaft Meldet Sich Nicht Mehr. Setelah dua hari di Madiun lalu ke Kediri untuk niatan khitan tadi, saya malah enggak kepikiran apa jadi ke sana. Sampai saat balik ke Jakarta tiba. Si Adik yang masih "rada-rada" jalannya setelah dikhitan, tiba-tiba ditanya Bapaknya saat di rest area. "Sebenarnya Bapak ada rencana ke Dieng, Dik...Ada banyak candi dan telaga di sana, kamu sudah sembuh kan ya?" "Sudaaah, Bapak. Iya, kita jalan-jalan saja. Aku kan belum liburan.." Duh, yang sunat langsung mengiyakan dan lupa akan "rasa aneh" yang dibilangnya setelah dikhitan.๐Ÿ™ˆ "Lah, jadiii ini? Kan, belum pesen hotel?" protes saya. Selesai rehat, kami pun melanjutkan perjalanan dan keluar di pintu tol Bawen. Setelah singgah untuk makan siang sebentar, perjalanan ke Dieng pun berlanjut melewati Temanggung. Sengaja lewat sini karena kata suami kami bakal lewat sisi pegunungan yang tentu bakal dapat bonus indahnya pemandangan. Tapi....ekstra bonusnya juga ada. Jalanan sempit berkelok, di sela kabut yang mulai turun di tengah gerimis yang tak henti mengguyur. Membuat kami mesti sangat berhati-hati melewati. Belum lagi tingkah beberapa pengendara yang seenaknya sendiri saja, menyalip di tikungan yang tajam atau tidak mau sabar mengantri di belakang iring-iringan truk yang kelebihan muatan. Apapun, semua terbayar saat sampai di tujuan Dataran Tinggi Dieng. Sekitar kurang dari 24 jam kami berada di Dieng ini. Memang tak lama, tapi lumayan juga. Karena kami memang musti segera lanjut ke Jakarta karena anak-anak sudah masuk sekolah tanggal 2, demikian juga Bapaknya masuk kerja. Tapi Temans,....jangan ditiru ya rencana tahu bulat alias dadakan kami ke Dieng ini. Sebaiknya memang direncanakan kalau mau melakukan perjalanan. At least, penginapannya sudah dipesan dan kemana saja mau pergi sudah diniatkan. Tips Mengunjungi Dieng Nah, berikut beberapa tips dari saya yang bisa jadi perhatian sebelum berencana ke Dieng. Yuks, mariiii 1. Siapkan Kendaraan Dieng adalah dataran tertinggi di Pulau Jawa. Salah satu desa di sini, Desa Sembung, merupakan desa tertinggi di Pulau ini. Maka, akses menuju ke sana sudah bisa dibayangkan naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali! Jadi, siapkan kendaraan jika memang bawa sendiri. Mulai dari kesiapan mesin juga bahan bakar. Sesuaikan juga kendaraan dengan medan. Hindari bawa city car ke sini. Karena susyaaah pasti saat nanjak nanti. Kemarin tuh di depan saya, ada Agya. Duh setengah mati di tanjakan dia. Entah sampai enggak di tujuan, karena kendaraan yang lain dipersilakannya duluan jalan. Jadi, kalau memang enggak yakin dengan kendaraan, mending nginep/parkir di Wonosobo atau kota terdekatnya dan naik angkutan saja. Saya lihat ada banyak kendaraan jenis Elf yang merupakan angkutan umum di sana. 2. Pengendara Handal Kontur pegunungan yang penuh kelokan tajam, sempit, beberapa berlubang, kiri tebing kanan jurang....wah, saya saja sebagai sopir tembak sudah ngeri duluan. Maka, jika memang ke Dieng mau pakai mobil ya pastikan pengemudinya sudah piawai dan paham dengan kendaraannya. Karena medan yang sulit seperti ini memerlukan jam terbang tinggi dalam menghadapi segala situasi dan kondisi. Kalau enggak yakin bisa, lebih baik serahkan pada pak sopir setempat yang sudah biasa menempuh jalanan penuh tantangan. 3. Sesuaikan Pakaian Namanya saja dataran tinggi, udaranya dingin pasti. Apalagi di musim hujan begini. Kemarin saya datang tanpa persiapan. Jadi jaket dan kawan-kawan enggak terbawa dari Jakarta. Suami sih santai saja waktu saya ngomel pada diri sendiri enggak lengkap nyiapin itu ini. "Sudah beli di sana saja, kan biar punya sweater yang ada tulisannya Dieng" Hahaha..benar juga!! Di kompleks Candi Arjuna ada deretan penjual souvenir dan saya pun membeli sweater dan topi/kupluk. Murah juga kok...Sweater ukuran si Adik 50 ribu, punya suami 80 ribu, sweater saya 90 ribu dan kupluk 25 ribu. Ini semua harga dari penjual karena saya enggak nawar - kasihan kalau ditawar...๐Ÿ˜ Oh ya, cuma si Mas yang enggak mau beli karena dia sudah bawa hooedie. Saat saya ke Dieng, 30 Desember, suhu di siang hari berkisar pada 16 dercel dan malam hari 10 dercel. Dan terasa tambah dingin karena waktu kami datang hujan sedang turun. Brrrrrrrr.... Syukur esok harinya meski dini hari gerimis masih mengundang sehingga mengurungkan niat kami menyaksikan Golden Sunrise, agak siang Sang Surya cerah ceria sehingga meski masih 16 dercel suhunya, hangat di badan rasanya. Candi Setyaki 4. Pesan Penginapan Kami berangkat dari Kediri pukul 7 pagi. Alhamdulillah berkat tol Trans Jawa yang sudah nyambung dari Jakarta ke Surabaya bahkan sampai Pasuruan, perjalanan jadi lancar jaya. Kediri-Bawen sejauh 280 km kami tempuh hanya dalam 3 jam saja via tol masuk di pintu tol Nganjuk. Keluar pintu tol Bawen sampai Dieng Candi Arjuna pukul 3 sore. Karena khawatir lokasi akan tutup jadi kami memutuskan langsung ke sini dan pesan penginapan belakangan. Hotel King's Dieng Nah, keluar dari komplek Candi Arjuna sudah hampir gelap, coba jalan kaki ke 2 homestay mungil di depannya. Tapi enggak ada petugasnya dan parkiran juga full. Rasa-ranya enggak ada kamar tersisa dah... Hopeless, coba jalan aja sambil nyoba pakai aplikasi pemesanan. Dan sudah kebayang gelap-gelap musti turun ke kota Wonosobo, cari hotel di bawah sana. Mana jalanan kayak gitu pulaaa...! Hiks! Di parkiran, sementara suami bersiap mengemudi saya pun cek aplikasi pemesanan penginapan Pegipegi. Dan, Alhamdulillah, masih ada kamar via aplikasi Pegipegi!! Rejekiiii...! Saya pun segera pesan 1 kamar setelah membaca sekilas fasilitas. Saya sih yakin saja dengan keterangan dan ulasan yang diberikan di Pegipegi karena sudah pernah sebelumnya dan puas dengan layanan aplikasi Pegipegi ini. Segera suami mengarahkan kemudi ke sini. Dan setelah mengambil kunci dan memesan tambahan sarapan 2 porsi lagi 15 ribu/porsi, kami berempat pun segera masuk ke kamar yang meski sederhana tapi hangat. Hotel King's Dieng 5. Lengkapi Perbekalan Kalau datang di musim hujan, siapkan juga payung dan jas hujan. Meski ada penyewaan payung di lokasi tapi lebih leluasa kalau bawa sendiri. Juga kalau bawa kendaraan sekalian saja bawa selimut tebal. Karena di penginapan hanya ada selimut biasa dan jumlahnya cuma dua. Untung saya bawa selimut untuk anak-anak tidur di mobil, sehingga masing-masing bisa selimutan. Karena malam hari di Dieng dinginnyaaa...warbiyasah! Oh ya, masker atau penutup muka bisa juga jadi perlengkapan yang wajib dibawa. Terutama karena di kawasan kawah, bau belerang menusuk hidung dan bisa bikin pusing kepala. Kalaupun lupa, masker bisa dibeli di pedagang yang menawarkannya di sekitar lokasi dengan harga 2 rb/buah. bau belerang terutama di sekitar kawah..menyengat! 6. Hangatkan Badan Penikmat kopi bisa menghangatkan diri di warung kopi yang ada di sekitar lokasi. Dan yang paling unik di warkopnya adalah adanya anglo tungku panas yang disajikan ke pengunjungnya untuk menghangatkan badan. Kami berempat menghangatkan diri di sebuah warung kopi. Berteman kopi - dan coklat panas untuk anak-anak- dan semangkuk indomie. Mengitari anglo dengan arang membara beserta minuman panas yang sekejap saja jadi dingin airnya.... Ah, nikmat-Nya mana lagi yang saya dustakan. anglo...anget banget 7. Sediakan Waktu Lokasi yang bisa dikunjungi di Dieng ini banyaak sekali. Dan tempatnya berpencar alias memerlukan waktu untuk didatangi. Setidaknya 2 hari dengan kunjungan cepat atau 3 hari jika ingin puas menikmati. Jadi, ketika saya hanya mengunjunginya kurang dari 24 jam saja, rasanya enggak puas pemirsaaah! Karena banyak tempat jadi terlewati apalagi saat libur panjang begini, antrian kendaraan di tiap pintu gerbang mengular. Sehingga butuh tambahan waktu juga untuk ini. Idealnya sih perginya enggak pas peak season ya. Tapi ini buat yang jomblo, mau honeymoon atau yang anaknya belum sekolah aja... Yang anaknya dah sekolah ya teteup harus rela berdesakan sama keluarga lainnya di masa liburan sekolah. kompleks Candi Arjuna 8. Siapkan Badan Lokasi yang bisa dikunjungi di Dieng ini banyak sekali. Ada sekitar 20-an. Itu semua butuh jalan kaki menuju titik lokasi, mendaki, menaiki anak tangga juga musti berjalan ke titik lainnya di lokasi yang sama. Jadi fisik yang prima pun alas kaki nyaman yang menunjangnya adalah antisipasi untuk kelancaran perjalanan kita. sumber website diengindonesia rute lama sebelum ada tol Trans Jawa 9. Simpan Tiket Masuknya Di depan pintu masuk kawasan ada, retribusi untuk memasuki Dieng Plateu ini. Simpan baik-baik tiket ini karena jika kita tinggal selama beberapa hari nanti dan akan mengunjungi lokasi lainnya tiket ini bisa ditunjukkan lagi. Beberapa tiket ada yang jadi satu retribusinya. Seperti Candi Arjuna dan Kawah Sikidang. Jadi simpan tiketnya karena pintu masuk kedua lokasi berbeda. Sehingga kita tidak perlu membayar ulang nantinya. beda pengelola, beda hasilnya 10. Siap-siap Bahagia Juga Kecewa Bersiaplah untuk bahagia karena melihat pemandangan hijau yang terhampar, kebun sayur dengan sistim terasiring di sisi gunung, bunga-bunga indah bermekaran, candi megah yang gagah, kawah yang mengepulkan uap dan terlihat magis dan indah, bertemu dengan penduduk yang ramah, telaga yang berkilauan warnanya saat ditimpa Sang Surya.... Tapi, bersiaplah kecewa juga karena parkiran benar-benar terbatas kalau pengunjung membludak begini. Belum lagi di dalam lokasi musti berdesakan dan siap antri kalau mau selfie di spot yang seksiiii. Antrian di jalan masuk kawasan, kesemrawutan di jalanan dan semua musti dijalani dengan sabar karena sejauh yang saya lihat kemarin hampir tidak ada petugas polantas atau satuan pengamanan. spot pepotoan bikin kelihatan kumuh area karena tidak beraturan dan kebanyakan Dan...ada kawasan, misalnya Kawah Sikidang yang pedagangnya berjajar tidak beraturan, penataan asal-asalan sehingga terkesan kumuuuuuh dan bikin sepet pemandangan. Juga spot foto kekinian yang juga mengganggu karena tak tertata dan semrawut di sini dan sana. Duh...., sayang sekali kalau pengelolaan seperti ini. Apa yang ada di benak beberapa wisatawan mancanegara -yang saya lihat datang- melihat kondisi Dieng kayak gini. Hiks. Saran buat pengelola agar dikembalikan ke fungsi aslinya agar wisatawan benar-benar bisa menikmati keindahan alam yang disajikan. Kawasan Kawah Sikidang yang kumuh Dan akhirnya, semoga tips di atas bermanfaat ya. Oh ya, puncak kunjungan di Dieng adalah saat Dieng Culture Festival yang dihelat di bulan Agustus dengan rangkaian acara upacara pemotongan rambut gimbal, pertunjukan seni tradisi, jazz di atas awan, pertunjukan sendratari, pesta lampion, dan kembang api. Akhirnya, selamat menikmati surga tertinggi di Pulau Jawa ini....Dataran Tinggi Dieng!๐Ÿ˜ Happy Traveling Dian Restu Agustina โ€“ Dieng Culture Festival 2022 akan digelar pada Jumat hingga Minggu akhir pekan Culture Festival diselenggarakan mulai 2 hingga 4 September Culture Festival merupakan festival budaya yang menjadi buruan wisatawan lokal maupun mancanegara. Baca Juga Dimintai Tanggapan, Anggota Polsek Kembangan Jakarta Barat Malah Suruh Wartawan Ngobrol dengan Pohon1. Kendaraan Umum dari menggunakan kendaraan umum dari Jabodetabek, wisatwan bisa memilih bus tujuan ke tujuan Wonosobo sendiri dari Jabodetabek bisa diakses dari beberapa terminal seperti Terminal Pulo Gebang, Terminal Pondok Pinang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Poris Plawad, Terminal Kalideres, Terminal Grogol serta Terminal Tanjung menaiki bus tujuan Wonosobo, wisatawan bisa turun di Terminal Mendolo Wonosobo atau di pusat Kota wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menggunakan mikro bus dari Wonosobo tujuan Kendaraan Umum dari arah Semarang atau jika dari arah Semarang ataupun Yogyakarta, wisatawan bisa menggunakan bus jurusan Semarang ke wisatawan untuk turun di Terminal Mendolo Wonosobo ataupun pusat Kota melanjutkan perjalanan menggunakan mikro bus dari Wonosobo tujuan Dieng. Bagi wisatawan yang hendak menuju Dieng dengan kendaraan pribadi dari Jabodetabek, bisa melalui Tol Trans Kendaraan Pribadi dari Jabodetabek Melalui PurwokertoSetelah itu, bisa memilih keluar di Pintu Tol Pejagan atau kilometer 248 dan melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri ke arah Purwokerto lalu ke Banjarnegara ataupun sampai di Kota Banjarnegara wisatawan bisa memilih melalui jalur Karangkobar Banjarnegara ataupun melalui Kota Wonosobo untuk menuju ke Dataran Tinggi Kendaraan Pribadi dari Jabodetabek Melalui jalur itu, wisatawan dari arah Jabodetabek juga bisa memilih jalur Tol Trans Jawa kemudian keluar di Pintu Tol wisatawan bisa menuju ke arah Kajen Pekalongan dilanjutkan ke arah Banjarnegara atau Kendaraan Pribadi dari Arah Semarang atau menggunakan kendaraan pribadi dari arah Semarang atau Yogyarkarta, wisatawan bisa memilih jalur ke Kota di Kota Wonosobo bisa dilanjutkan ke Dataran Tinggi tadi jalur menuju Dieng baik menggunakan kendaraan umum ataupun pribadi.*** Terkini dolan0424 06 Jun 20View nya dan udaranya bikin betah siNda Linda2332 02 Jun 20Sangat berkesan, good bgt deh cuma pas itu lagi ujan jadi asli dingin bgtWilatun Wila1449 01 Jun 20Indonesia jawa tengah rasa LN deh saat musim dingin Tiba, rasanya ingin lama" di Nasrullah0834 28 May 20Apakah dieng buka tolong infony recna hari mnggu mau wisata ksanaRisma Rahmawati2218 09 May 20Baru pertama kali kesitu tapi berkesan banget. Banyak objek yang bisa didatangi ngga cuma satu doang. Berawal dari... telaga menjer terus keatas ke dieng. Jalanannya naik tapi pemandangan di atas awannya bagussss bangetttt jadi pengen ke sana lagi. Sampe ke atas di pinggir jalan banyak toko oleh oleh sama tempat makanan khas dieng seperti aneka olahan dari carica dan mie dieng. Masuk ke diengnya banyak banget objek wisata sampe bingung milihnya yang mana soalnya keterbatasan waktu hehe. Di tiap masuk objek dikenakan tarif masuk untuk perorangan. Pemandangan bagus banget yang di puncak dieng bisa liat telaga warna sama bisa nonton video di bioskop hehe. Selanjutnya ke telaga warna. Disitu bagus banget pemandangannya, kita bisa juga jalan jalan menyusuri tempat itu yang masih asri banget mirip hutan. Sukaa banget maen ke dieng. Jangan lupa beli oleh oleh kalo dari tempat morehs sismandiri0053 15 Apr 20Trip ke Dieng dari Jogja perjalanan kurang lebih 116 km. Untuk bisa sampai ke Dataran Tinggi Dieng, Anda bisa... mempergunakan mobil pribadi atau mobil sewaan langsung menuju ke Dieng dengan jarak tempuh kurang lebih 3,5 jam. Bagi Anda yang memilih transportasi umum, bus dan travel siap mengantar anda untuk mencapai Wonosobo. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan mikro bus tujuan Dieng selama kurang lebih 1 jam. Pemandangan alam dari hijaunya pegunungan di sepanjang jalan akan menemani anda dan menghilangkan rasa was-was akan jalan menanjak yang berkelak-kelok tiada Dieng sangat indah ini pengalaman wisata ke Dieng yang sangat moreJepa Alda0421 14 Apr 20Bertempat di pegunungan dataran tinggi yang merupakan gunung vulkanik aktif lokasi yang dekat dengan pertanian membuat... lahannya subur untuk di tanami kentang dan ubi, ada bioskop dokumenter dan cuaca beriklim dingin membuat saya harus mengenakan jaket agar tetap moreannisa meidaiana1719 15 Mar 20udah 3x mungkin ksini atau lebih?๐Ÿ˜… deket dri rumah bude sih hehe.. btw aku suka dieng karna cuacanya.. tapi... gasuka kalo lg musim libur. isinya orang jakarta semua๐Ÿ˜… kalo macet suka sampe dpan tambi ๐Ÿ˜ฎread moreIus Taat0622 09 Mar 20Dataran tinggi Dieng yang sebagian besar wilayahnya masuk Kabupaten Banjarnegara dan sebagian masuk Kabupaten Wonosobo... adalah tempat wisata alam dan budaya yang relatif komplit. Ada kawasan candi ada beberapa candi ada beberapa telaga Telaga Merdada, sewiwi, telaga Warna dan Pengilon ada Kawah Sikidang , kawah Sileri dan kawah Candradimuka. Sumur Jalatunda dan juga Museum. Berada di ketinggian diatas 1000 m dpl. Sehingga hawa dingin sangat terasa. Disini juga terdapat banyak Home stay bagi wisatawan yang akan bermalam dan menikmati Sun Rise di bukit Sikunir ataupun Gunung moreerdea1718 06 Mar 20sunrise di puncak sikunir nya superb. kudu berangkat dr abis subuh biar belom rame naiknya dan dapet spot bagus. pake... sweater, jaket dan masker soalnya dingin. bukit ratapan anginnya juga keren, kalo telaga warnanya agak kotorread moreAtho Sofyan Al-Bongasi0315 01 Mar 20Dieng adalah kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah, yang masuk wilayah kabupaten Banjar Negara dan kabupaten Wonosobo,... letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Simbo Dieng memiliki ketinggian rata-rata adalah sekitar m di atas permukaan laut. Suhu berkisaran 12-20 celcius di siang hari kemarau Juli dan Agustus. Suhu udara dapat mencapai 0 celcius di pagi hari dan memunculkan embun beku. Dataran Tinggi Dieng adalah dataran dengan aktivitas vulkanik di bawah permukaanya, seperti yellowstone ataupun Dataran Tinggi Tengger, secara biologi aktivitas di dieng menarik karna di temukan air panas di dekat kawah beberapa spesies bakteritermfilik, kawasan dieng merupakan penghasilan sayuran dataran tinggi untuk wilayah Jawa Tengah. Kentang adalah komoditas utama, selain itu wortel, kubis dan bawang bawangan di hasilkan dari kawasan ini. Namun akibat aktivitas ini pertanian yang pesat kawasan hutan di puncak puncak pegunungan hampir habis dikonversi menjadi lahan pertamanan moreDeep1123 23 Jan 20Terlalu banyak review mengesankan dari orang orang yang pernah berkunjung kesini. Aku pribadi pun bener bener ngrasa... gimana ya..ga bisa diungkapin pake kata. Bgitu masuk wilayah dieng rasanya emang ky di negeri di atas awan. Banyak spot indah yang bisa diexplore dingin disini seringnya emang luar biasa, bahkan mandi siang pun pernah rasanya masih ky mandi air yang pengen kesini dengan suasana ga bgitu rame bisa dateng dihari hari biasa. Sedangkan yg pengen dapet ramenya, silahkan dateng pas event tahunan Dieng Culture Festival. Dapatkan pengalaman luar biasa yg ga pernah terlupakan ๐Ÿ‘read more Next Reviews Ke Dieng dari Jakarta memiliki beberapa alternatif transportasi baik transportasi darat ataupun transportasi udara. Yang familiar dan sering di gunakan oleh wisatawan yaitu Jakarta Dieng naik mobil. Jakarta Dieng naik mobil dengan menggunakan kendaraan pripadi menjadi alternatif para pelancong yang ingin menikmati perjalanan wisata dengan menjelajahi berbagai daerah-daerah asyik selama melakukan perjalanan ke arah dieng. Jakarta Dieng naik mobil memang disukai para pelancong yang sedang menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Jakarta Dieng naiki mobil menjadikan Anda akan lebih menikmati perjalanan walaupun memakan waktu yang cukup lama biasanya menjadi pengalaman asyik tersendiri yang mereka harapkan selama menghabiskan waktu liburan ke Dataran Tinggi Jakarta ke Dieng naik mobil kendaraan pribadi, Anda bisa mengemudikan kendaraan sendiri atau bersama driver agar tidak terlalu lelah di perjalanan sehingga saat tiba di Dieng bisa langsung menikmati suguhan keindahan wisata alam yang sejuk dipandang. Ke Dieng dari Jakarta naik mobil memang digemari oleh para traveler. Selain nyaman menggunakan mobil sendiri, Anda juga akan bebas berhenti atau menikmati spot asyik dimana saja selama perjalanan. Tidak ada batasan waktu saat diperjalanan, jadi Anda bisa istirahat atau bisa menginap di hotel disuatu daerah ketika menuju Dieng dari Ibu Kota ke Dieng naik mobil hanya menghabiskan waktu kurang lebih 9-10 jam setelah dibangunnya tol Cipali. Dengan adanya jalan tol ini perjalanan menuju Dieng dari Jakarta lebih efisien dan sangat menghemat waktu yang biasanya bisa menghabiskan waktu kurang lebih 12 jam. Hal inilah yang membuat para wisatawan dari Jakarta ke Dieng terasa enggan dan kini kenyataan telah berbalik mereka lebih menikmati mengemudikan mobil sendiri dari Jakarta ke Dieng melalui jalan tol tersebut. Jalur Jakarta Dieng memang ada beberapa pilihan diantaranya menggunakan jalur utara, jalur tengah dan jalur utara. Jalur yang sangat mudah dilalui bagi para wisatawan dari Jakarta ke Dieng dengan naik mobil sendiri ialah jalur tengah dimana jalan tol Cipali kelebihan lainnya bila dari Jakarta ke Dieng naik mobil ialah tour ke Dieng menjadi lebih hemat karena akomodasi kendaraan adalah milik sendiri dan tidak dibebankan oleh biaya sewa. Anda juga bisa menikmati obyek wisata di daerah tertentu selama di perjalanan menuju Dieng jadi tentunya akan memperoleh pengalaman berbeda dengan lainnya. Tempat wisata Dieng sebenarnya susah dijangkau dengan kendaraan umum, jadi ada untungkan jika dari Jakarta ke Dieng naik mobil sendiri. Anda akan lebih bebas menentukan tempat-tempat indah yang diimpikan di Dieng Plateau. MUDIK LEBARAN - Tahun ini pemerintah sudah mengizinkan masyarakat untuk melakukan mudik. Berdasarkan survei Kemenhub, ada 85,5 juta orang yang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik lebaran. Tentunya, masyarakat memiliki pilihan kendaraan yang digunakan untuk melakukan perjalanan, mulai dari transportasi umum hingga menggunakan kendaraan pribadi. Kendaraan pribadidengna roda dua maupun roda empat pun masih banyak peminat khususnya bagi masyrakat daerah Jawa dan Sumatra karena kemudahan dan biaya yang terjangkau. Nah, bagi Anda yang melakukan perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi. Berikut ini tips dari Lifepal terkait hal-yang perlu disiapkan agar mudik aman dan nyaman. 1. Mempelajari rute terbaik Co-Founder dari Benny Fajarai mengatakan memahami rute yang hendak dilewati lebih dulu adalah persiapan terpenting sebelum berangkat mudik dengan kendaraan pribadi. "Pilihlah rute terbaik untuk dilintasi sehingga kamu juga bisa memetakan lokasi peristirahatan rest area, hingga letak posko kesehatan terdekat," ujar Benny dalam keterangan tertulis. Dia juga menyarankan agar pemudik memahami jalur-jalur rawan macet yang akan dilewati. Anda bisa memanfaatkan aplikasi GPS yang tersedia sebagai pemandu arah. Baca Juga Mudik Pakai Pesawat? Ini 5 Tips untuk Dapatkan Tiket Pesawat Murah! 2. Menjaga kondisi tubuh sebelum berkendara jauh Menjaga kondisi tubuh sebelum perjalanan mudik ini bertujuan untuk mengantisipasi tubuh agar tidak cepat kelelahan dan jatuh sakit. Memastikan tubuh prima saat berkendara merupakan salah satu dari tiga prinsip dasar berkendara. Sehari sebelum berangkat sebaiknya Anda mengistirahatkan tubuh dengan tidur minimal enam sampai delapan jam. Kemudian pada saat di perjalanan, usahakan untuk melakukan tidur singkat atau istirahat dengan menepikan kendaraan apabila merasa letih di tengah perjalanan. 3. Memastikan kendaraan fit dan siap untuk perjalanan jauh Kondisi kendaraan pun perlu dipersiapkan. Periksa kendaraan yang digunakan, dan ada baiknya melakukan perawatan mobil seminggu sebelum berangkat. Beberapa komponen yang perlu diperhatikan seperti mengecek kondisi aki, memeriksa radiator sebagai komponen yang mencegah mesin overheat, dan mengganti oli dengan teratur. Apalagi, tak menutup kemungkinan akan terjadi kemacetan parah. Pada kondisi macet, mengemudi berhenti-berjalan tak dapat dihindari. Dengan cara mengemudi seperti ini, tentu akan memperpanjang periode diam yang menyebabkan beban tinggi pada beberapa bagian mesin. 4. Membawa perangkat pendukung Jangan lupa membawa peralatan pendukung yang bisa meminimalisasi masalah di perjalanan, misalnya ban serep, dongkrak, dan berbagai peralatan mekanik lainnya. Persiapan ini juga termasuk dalam kelengkapan mobil untuk mudik. Hal ini akan sangat berguna dibandingkan harus menunggu pertolongan datang jika sewaktu-waktu terjadi masalah pada mobil. Untuk penumpang dan pengemudi, perlengkapan tambahan yang harus dibawa yaitu peralatan P3K yang berisi berbagai obat-obatan. Perlengkapan ini untuk mengantisipasi terjadinya masalah yang tidak diinginkan. 5. Memastian kendaraan mendapatkan perlindungan Benny menyebut, persiapan terakhir untuk memastikan perjalanan mudik aman dan nyaman adalah memastikan kendaraan Anda sudah mendapatkan perlindungan dari asuransi kendaraan. Benny pun mengatakan, Anda bisa mengecek asuransi kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan budget di โ€œTim siap membantu Anda dalam memilih dan menganalisa ratusan polis dari 50+ rekan asuransi tersedia yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran," ujar Benny. Menurutnya, asuransi tidak hanya melindungi dari kejadian tak terduga selama perjalanan di mudik, tapi juga memberikan peace of mind sehingga perjalanan akan terasa jauh lebih nyaman dan aman bersama keluarga dan kendaraan pribadi kesayangan. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

ke dieng pakai mobil pribadi